Tersenyum rembulan di balik pekat awan
Sejuk dipandang, tumbuhkan rasa kedamaian
Berguman hati, rindukan Dia dalam kebersamaan
Luluh diri bersama belaian kasih Ar-Rahman
Terungkap ke-Agungan-Nya, tersungkur diri penuh kotoran
Dalam kesunyian malam hamba bangkit untuk berdiri
Hadapkan wajah, tambatkan hati pada Ilaahi Rabbi
Dalam bermunajat panjatkan harapan pada-Mu Ilaahi Rabbi
Setetes cinta dari-Mu untuk singgah dalam hati
Bergelora jiwa dalam dada rindukan kasih-Nya
Menjerit hati kala bermunajat pada-Mu Yang Mulia
Sadari sejak dewasa belum balas kebaikan-Nya
Rahmat dan laknat buah hasil perbuatan hamba
Putus asa tak kalah datang menggoda
Diripun mengeluh lelah mengembara
Bila kekasih tak kunjung tiba dan jumpa
Kekuatan hati, modal pendorong utama
Hati berguman diri lembut berkata
Cemburukah pujaan pada diri yang tak setia
Pelangi senja hiasi kaki-kaki cakrawala
Laksana tangga penghubung bumi dan angkasa
Tertegun hamba menyaksikan keindahan-Nya
Ternya diri, "Hai pelangi, dapatkah dijadikan tangga?"
Duduk bersanding dengan Dia di Arsy-Nya
Kemanakah rindu daku kulepaskan
Tentu pada-Mu lah Dikau Pujaan
Pada pujaanku, tumpuan harapan
Tak lelah sekejap pun daku harapkan
Tak mundur daku dari titik incaran
Pada saatnya jumpa dengan Pujaan
Ikan berenang di air, alangkah bahagianya
Bersatu dengan air tak pisah dirinya
Hidup bebas bersama air kemana ia suka
Alangkah indahnya bila hati menjalin cinta
Cinta suci dan abadi dengan Rabb Pencipta
Pengabdian sejati, jenjang jalinan cinta
Hamba gayung biduk kehidupan menuju kesemprnaan-Mu
Diayunkan gelombang hamba bersandar pada keperkasaan-Mu
Di atas sebuah titian hambah berpegang pada kehalusan tali-Mu
Wahai Allah Wahai Rabbi rindu menggoda jumpa dengan-Mu
Biarlah daku hanyut terhempas badai
Sudah begitu, suratan taqdir diri
Bila mayatku hanyut terapung
Mohoku ombak bawa ketepi
Lepas rindu pada kekasih nan Agung
Damai tertangkap telinga, merasuk jauh di lubuk hati
Suasana sunyi, ditemani merdu kata puja dan puji
Tak terasa jiwa larut dalam ke-Agungan Ilaahi
Jiwa berkata alangkah sempurna kegaiban-Mu ya Rabbi
Dikutip dari Buku: Secercah Cahaya Pelita Jalan Keluar, oleh Ki Munadi MS
Rabu, 15 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar