Di ufuk barat bercahaya rona jingga
Tanda mentari kembali ke peraduan
Bumi diselimuti oleh kelam gulita
Datang rembulan membawa seberkas cahaya
Si burung kelelawar terbang di malam hari
Tersimpan manis di balik malam adalah pasti
Hinggap di pohon buah matang nikmat dicicipi
Seorang insan mengembara di malam hari
Terselubung rahmat diraih adalah kunci
Kunci pembuka haqiqi rohani titisan Ilaahi
Siang dan malam beredar silih berganti
Masing-masing bebas bagi makhluq untuk memanfaati
Aku Allah senantiasa setiap saat membuka diri
Hanya hambalah yang selalu berpaling, lalu menutup diri
Fajar menyingsing kehidupan gelap telah berlalu
Pancarkan cahaya siap membuka kehidupan baru
Bangkit beraktifitas bukan berarti nafsu selalu
Setitik cahaya tampak bergerak sangatlah laju
Hadir menjamu lenyapkan kehidupan layu dan semu
Singkirkan penutup hati, hidup berlepas ragu
Fajar menyingsing di waktu pagi bentangkan cahaya
Kabut hitam menghadang tertutup langit cerah ceria
MANFAATKAN ANGIN UNTUK JEMBATAN SAMBUNG SEMENTARA
Walau angin dalam cekaman masih dapat jadi sarana
Agar terhalau kabut hitam penghadang kabar berita
Berlalu kabut hitam berlalu tak disia-sia
Jatuhkan embun sambut diterima segar kembali
Penyingkir debu tersimpan jauh di dalam hati
Hati terbuka, pandanglah diri, siapkah berbakti?
Dengan tetesan kemurnian, mata air mewarnai
Penyiram kotor dan pembangkit kehidupan mati
Setetes embun bening di pagi hari
Jatuh di hamparan rerumputan hijau segar kembali
Setetes taufiq jatuh ke dasar hati
Menghidupkan hati yang selama ini telah mati
Tanda mentari kembali ke peraduan
Bumi diselimuti oleh kelam gulita
Datang rembulan membawa seberkas cahaya
Si burung kelelawar terbang di malam hari
Tersimpan manis di balik malam adalah pasti
Hinggap di pohon buah matang nikmat dicicipi
Seorang insan mengembara di malam hari
Terselubung rahmat diraih adalah kunci
Kunci pembuka haqiqi rohani titisan Ilaahi
Siang dan malam beredar silih berganti
Masing-masing bebas bagi makhluq untuk memanfaati
Aku Allah senantiasa setiap saat membuka diri
Hanya hambalah yang selalu berpaling, lalu menutup diri
Fajar menyingsing kehidupan gelap telah berlalu
Pancarkan cahaya siap membuka kehidupan baru
Bangkit beraktifitas bukan berarti nafsu selalu
Setitik cahaya tampak bergerak sangatlah laju
Hadir menjamu lenyapkan kehidupan layu dan semu
Singkirkan penutup hati, hidup berlepas ragu
Fajar menyingsing di waktu pagi bentangkan cahaya
Kabut hitam menghadang tertutup langit cerah ceria
MANFAATKAN ANGIN UNTUK JEMBATAN SAMBUNG SEMENTARA
Walau angin dalam cekaman masih dapat jadi sarana
Agar terhalau kabut hitam penghadang kabar berita
Berlalu kabut hitam berlalu tak disia-sia
Jatuhkan embun sambut diterima segar kembali
Penyingkir debu tersimpan jauh di dalam hati
Hati terbuka, pandanglah diri, siapkah berbakti?
Dengan tetesan kemurnian, mata air mewarnai
Penyiram kotor dan pembangkit kehidupan mati
Setetes embun bening di pagi hari
Jatuh di hamparan rerumputan hijau segar kembali
Setetes taufiq jatuh ke dasar hati
Menghidupkan hati yang selama ini telah mati