Minggu, 22 Agustus 2010

BERCAK-BERCAK KEMUNAFIKAN (Sya'ir ke-2)

Lemah tampaknya fisik ular berjalan
Jalan merayap seakan tak memiliki kekuatan
Siapa menyangka ternyata menyimpan keganasan
Ramah tampaknya manusia dalam berkehidupan
Lemah gemulai seakan hidup dalam peradapan
Tidak disangka ternyata pusat kekejaman

Bodoh kera tak dapat mengerti akan diri
Pandai menipu, katanya diri hebat sekali
Begitulah manusia bodoh tak kenal akan diri
Mengaku hamba merasa hidup telah mengabdi
Pengabdian dimodifikasi agar tampak hamba sejati
Padahal itulah penipuan sejati terhadap Ilaahi

Berlari kambing bila turun hujan
Diri panas, tidak mau disejukkan
Banyak umat Islam mengaku beriman
Benarlah Iman, tetapi Iman pinggiran
Dibuka isi Al-Qur'an suka mencemoohkan
Diberi Rahmat, disambut khayalan

Kambing berjalan senang bergerombolan
Kian kemari hanya mencari rerumputan
Bersuara satu, bersuara semua menirukan
Itulah umat Islam tak memiliki pendirian
Singkapkan Al-Qur'an hidup tiru-tiruan
Laksana kambing hanya bisa menirukan

Banyak burung dapat terbang tinggi
Kecuali Beo bangga bersangkar besi
Lidah diasah emas berkicau meniru bunyi
Semuamanusia adalah hamba Ilaahi Robbi
Kecuali manusia hidup dalam kurungan Yhd
Lidah diasah Yhd seakan Islam yang murni

Resiko tinggi gunung hendak didaki
Berliku jalan pasti akan dijumpai
Banyak manusia ingin kehidupan pasti
Diri menipu berpura-pura telah mengabdi
Resiko tingi tak pernah dimengerti
Berliku jalan kelak pasti berbukti

Lembut tampaknya buih dihempas ombak
Terpukau mata seakan kabut yang berarak
Padahal buih sisa hempaskan perasaan riak-riak
Banyak manusia seakan dirinya berakhlaq
Padahal hatinya senantiasa memberontak
Akui berhati lembut, ternyata keras berpijak

Hati-hati akan keindahan tampilan hutan
Sepintas pandang memberikan keindahan
padahal terselubung misteri kepayahan
Hati-hati keindahan diri yang ditampilkan
Sepintas pandang tampak seorang beriman
Padahal terselubung misteri keingkaran

Banyak orang suka pada keberanian
Ditelusurilah jalan-jalan medan perang
Bukan sebagai pembangkit rasa juang
Melainkan sebatas melepas rasa kenang

Menangis bayi tatkala dilahirkan
Saksikan kehidupan penuh kejahatan
Oh damainya hidup dalam kandungan
Menjerit hati, diri selalu berdalilkan
Dalil dipapar seakan insan beriman
Padahal bantahan adalah bukti kenyataan
Oh betapa diri selalu dalam kejahatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar