Jumat, 24 September 2010

KESEJUKAN RAHMAT SAPAAN (Sya'ir ke-16)

Cicit mencicit anak ditinggal pergi induknya
Terjebak lengah diri tak menghiraukan induk bersuara
Tingak-tinguk seorang diri tak ada induk bersapa kata
Ku-Allah ulurkan sapa kata berupa untaian kata salam mesra
TAPI HANYA UNTUK HAMBA YANG MENJUAL DIRI UNTUK-KU SAJA

Pelangi jingga kembali hadir di pelupuk mata
Warna-warni uji coba perjalanan hidup hamba
Itulah landasan sarana ruh menuju Allah Pencipta
Hanya dimengerti bagi hamba yang Arif Bijaksana

Nakal anak tetap menjadi buah hati harapan bunda
Hadapi tingkah polah dengan sabar dan lapang dada
Karena cinta mendasari tak pernah lelah dan kecewa
Begitulah Aku sungguh sangat mencintai hamba
SEKALIPUN HAMBA BERTINGKAH, ALLAH TETAP BERTEGUR SAPA

Jatuh terbangun anak latihan berjalan
Senyum bahagia ibu penuh perhatian
Tidaklah layak bagi diri meminta penghargaan
Bila ketaan selalu tampil menjadi ingkaran
Jatuh bangun diri menempuh proses kesucian
Senyum bahagia Ilaahi menyambut kedatangan

Sungguh indah jembatan layang kokoh tempat landasan
Boleh dilalui kendaraan tanpa membawa berat beban
Beban garis dan dosa pengrusak kelembutan jembatan
Aku-Allah senang membantu ringankan sebuah beban
Tegur dan sapa itulah bukti ringankan beban kesalahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar