Sejuk segar pemandangan dari atas puncak
Rumput menghijau memberikan warna semarak
Indah digoyangkan angin tumbuh tak berjarak
Itulah hidup laksana rumput bangkit bergerak
Segar dipandang bersikap diri selalu bijak
Alam menyindir jadikan keteguhan langkah perpijak
Belumlah indah bila taman tak berumput
Gersang tak memberikan segar berlarut
Tak berdaya bila jiwa berkoondisi kusut
Apa yang diperbuat berakhir semrawut
Barulah indah bila diri patuh bersujud
Itulah hamba abdi Illaahi yang penurut
Terbang malam makhluk lemah si kunng-kunang
Kemana pergi, lentera diri selaku penerang
Amboi indahnya dalam kegelapan dirinya terang
Bangun tengah malam membawa Ruh pergi terbang
Terbang tinggi untuk mendapatkan hidup menang
Sekalipun diri lemah tak mengapa Allah memegang
Seorang saudagar jatuhkan harga amatlah murah
Barang terjual pulang hasil melimpah ruah
Belanjakanlah diri dengan menyerah kepada Allah
Tanpa komentar nafsu turut bertunduk serah
Ku-Allah janjikan diri berkomandan Ilham Ilaahiyah
Pastilah hidup berada di atas jalan lurus terarah
Pergi ke laut pukat dilemparkan
Kembali ke darat terbawa ikan
Sekalipun teri hanya ditemukan
Tak mengapa sebagai harapan
Hidup di dunia diri dilepaskan
Setitik kesadaran adalah harapan
Kiranya dapat menjadi landasan
Manis legit rasanya si pohon tebu
Kupas diperas keluarkan sari tebu
Sungguh manis nafsu seirama qalbu
Jalan seiring menuju ke hadirat-Ku
Damailah jiwa dalam genggaman-Ku
Sungguh indah pulau berderet di tengah lautan
Bagaikan seorang putri duduk bersahaja dalam keelokan
Gemas mata memandang berjuta pesona dalam tersimpan
Begitulah hamba tampilkan sifat perilakau keindahan
Di tengah ke-Agungan-Nya salam mesra diperdengarkan
Jumat, 10 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar