Sabtu, 04 September 2010

RAHMAT BERKESADARAN (Sya'ir ke-10)

Tidak selamanya mendung mesti kelabu
Turunkan hujan suburkan tanaman layu
Tak selamanya ruh dalam jajahan nafsu
Jika hamba berkenan, bukalah tirai qalbu

Fajar menyingsing di ufuk timur
Sinar mentari jatuh di kaki bukit
Lama sudah ruh terbenam dalam sumur parit
Datang secercah cahaya isyarat berbangkit

Kini disayangkan, kondisi lentera hati para insani
Hancur berantakan, mati tidak lagi dapat berfungsi
Akibat nafsu yang selalu merongrong memburu duniawi
Kasih-Nya turun, diperbaharui lentera hamba agar dapat berfungsi

Bergerombol lebah bergantung pohon
Sakit terasa lebah menyengat badan
Madu manis khasiat obat dikeluarkan
Berpacu diri bergantung pada Ar-Rahman
Sakit terasa bila diri berbuat kesalahan
Sadarilah itu sebagai suatu penyadaran
Penyadaran berbukti ampunan tercurahkan

Tersungkur terdiam diri dalam beku kekakuan
Berat ditanggung, diri bergelimang kemaksiatan
Ke-Agungan/ke-Muliaan senantiasa Allah tampilkan
Untuk menggugah hamba agar muncul kesadaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar