Jumat, 03 September 2010

KURNIA LENTERA KEHIDUPAN (Sya'ir ke-9)

Tak selamanya gelap gulita
Pelita selalu siap tersedia
Untuk menerobos kalbu yang bernoda
Terhalang pelita, dosa bertumpuk ganda

Kelok berliku menanjak tajam jalan di atas pegunungan
Sebagai tanda ditempuh dengan penuh kesungguhan
Lengah sedikit jurang dalam tempat akhir perjalanan
Itulah sebabnya rambu-rambu harap utuh diperhatikan
Agar demikian selamatlah diri menuju tempat tujuan
BERWASPADA LEBIH BAIK DARIPADA SESAL KELAK DI KEMUDIAN

Seorang buta berjalan di keramaian
Ayunkan tongkat petunjuk arah jalan
Hiruk pikuk dunia janji diberikan
Lurus hati pada petunjuk Al-Qur’an
Selamatlah jiwa dari segala jebakan

Tumbuh tanaman sembunyikan bunga di siang hari
Takut katanya, sinar tajam dan melayukan nanti
Fajar menyingsing bunga keluar dari tempat bersembunyi
Pancarkan keindahan dan kesegaran semua menyukai
Disitulah haqiqi diri berwaspada dan berhati-hati
Tak mudah dipengaruhi apalagi dirusak dan dinodai

Lentera hadir, laksana mercu suar ditengah samudera
Rambu dalam perjalanan malam, bagi seorang nahkoda
Begitu pula hadir lentera di relung hati seorang hamba
Selaku penyorot langkah dan tindakan seorang hamba

Diserulah manusia dalam kehidupan dalami lagi sejahtera
Lentera Al-qur’an, sebagai petunjuk yang nyata
Tanpa al-qur’an, manusia cenderung pada perbuatan sia-sia
Sebab nafsu cenderung ingkar pada Allah Pencipta

Jelas dan tegas petunjuk diberi
Kembali Qur’an, berbenah diri
Ahmat terbuka siap dibawa pergi
Tak ada arti fenomena ulang kaji
Tanpa Qur’an sebagai pembuka kunci

Lengan disingsing, lurus langkah adalah pasti
Banyak simpang ditemui, rasa bingung perlu hati-hati
Rapatkan diri dengan Ilaahi, kawat duri teratasi
Buka Qur’an suci, jalan hidup ditempuh Nabi-Nabi
Bahtera Qur’an pembawa selamat semesta ini
Di dermaga rahmat itulah tempat pernah dijanji

Indah didengar irama nada rebab berbunyi
Hanyut terlena lupakan galau hati tak berarti
Ikuti nada berbunyi penuh arti memuji Ilaahi
Indah didengar Qur’an berbunyi di dalam hati
Terlarut diri dalam rahasia Agung tersembunyi
Malunya diri tertutupi kemuliaan Agung Robbi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar