Selasa, 07 September 2010

JALAN PERTAUBATAN (Sya'ir ke-11)

Rusak tanaman dimakan hama
Belum terlambat untuk dibasmi
Rusak diri nafsu menggoda
Jangan menyesal taubat menanti

Awan hitam bergerak cepat, dihalau angin
Lepaskan hujan segar, kembali kehidupan
Terhenti hujan, terbang burung berkeliaran
Bergerak diri dengan cepat oleh kesadaran
Lepaskan selimut hitam hati menjadi ringan
Terbang Ruh di Kerajaan-Nya dasar kefitrahan

Dimasak beras harap nasi pelepas lapar
Lengah diri, rusak nasi kerak terbakar
Tidak kerak mesti dibuang, tapi dibuat segar
Begitulah diri selama ini rusak tak sadar
Tingkahnya nafsu menjadi keras dan kasar
BUKAN DIRI UNTUK DISESAL, TETAPI HARUS BERPUTAR

Tertatap diri penuh dihiasi percikan noda dan dosa
Tersungkur kepala malu menatap kemuliaan-Nya
Menjerit jiwa, jangan Kau hukum ketidaktahuan hamba
Harapan hamba pintu taubat wahai Allah Yang Maha Perkasa

Seorang insan iringi malam dengan tafakkur dan kekhusyukan
Jatuh diri yang kotor dalam wadah ketaubatan
Ditempa cerca, celaan dan cacian tak lagi dihirakan
Terpusatlah hati pada satu harapan
Kiranya ampunan dapat Engkau berikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar